Akhir-akhir ini, sistem bertanam hidroponik semakin digandrungi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah perkotaan. Sistem bertanam yang mengandalkan air sebagai tenaga utama ini bisa memberikan hiburan tersendiri di tengah penatnya pekerjaan dan keramaian ibukota. Rahasia utama yang membuat sistem hidroponik ini digemari adalah kemudahan dalam merawatnya serta tak membutuhkan tanah sehingga cocok diterapkan pada rumah yang sempit sekali pun.

shutterstock.com

Jika tanah yang biasanya menjadi media tanam, maka pada sistem hidroponik menggunakan media tanam non tanah. Media tanam ini berguna untuk menopang akar dan membantu kelancaran pertumbuhan tanaman. Air berguna sebagai sumber nutrisi. Nah, apa saja media tanam hidroponik yang paling populer? Mari kita simak di bawah ini.

Sekam Bakar
Pada dasarnya, sebuah media tanam harus mampu menyimpan air, nutrisi, dan oksigen dengan baik. Selain menyimpan, media tanam juga harus memiliki sistem drainase yang baik dan mampu menjaga kelembapan dengan efektif. Nah, sekam bakar memenuhi semua syarat tersebut.

google.com

Berasal dari sekam padi yang dibakar, media tanam ini memiliki bobot yang ringan sehingga nggak akan membebani akar. Sifat padi yang sangat poros membuat akar juga bisa bertumbuh dengan lebih bebas. Media tanam ini pun juga bebas hama dan bibit penyakit lainnya karena sudah melalui tahap sterilisasi melalui pembakaran.

instructables.com

Sayangnya, sekam bakar yang mudah didapat dengan harga yang murah ini mudah lapuk. Kamu pun nggak bisa menggunakan sekam bakar yang sama untuk dua kali penanaman. Sekam bakar bisa kamu gunakan untuk menanam sayur daun dan sayur buah. Khusus untuk sayur buah, kamu harus mencampurkan sekam bakar dengan media tanam lain yang lebih kuat.

Rockwool
shutterstock.com

Jika kamu melihat bentuknya, rockwool merupakan sekumpulan serat yang dikumpulkan hingga membentuk busa. Terbuat dari lelehan batu gunung berapi seperti batu basalt, media tanam ini ramah lingkungan. Rockwool cocok digunakan untuk menanam sayur dengan periode tanam yang nggak terlalu lama.

Hal yang membuat rockwoolmenjadi primadona media tanam hidroponik adalah kemampuannya untuk mengikat akar dan menyerap nutrisi yang diberikan dari air. Air dan udara bisa disimpan dengan komposisi yang baik pula. Rockwool juga bisa digunakan sejak masa penyemaian benih hingga proses pembesaran tanaman kamu. Dengan begitu, kamu nggak perlu memindahkan tanaman ke media tanam lain apabila sudah berukuran agak besar.

maximumyield.com

Nah, jika kamu ingin menanam sayuran buah seperti tomat dan cabai, maka kamu sangat nggak disarankan untuk menggunakan media tanam ini. Rockwool tidak memiliki daya tunjang yang cukup kuat baginya, mengingat sayuran buah memiliki ukuran yang besar ketika sudah bertumbuh dan punya periode tanam yang lama.

Cocopeat (Sabut Kelapa)

shutterstock.com

Selain rockwool, cocopeat atau sabut kelapa juga termasuk media tanam hidroponik populer. Cocopeat berdaya serap tinggi sehingga ia mampu menyimpan air yang banyak dengan tampungan yang kuat. Ia juga mengandung beberapa zat nutrisi yang dibutuhkan tanaman, seperti magnesium, fosfor, kalsium, kalium, dan natrium.

Kelemahan media tanam satu ini adalah ia kurang baik dalam mengalirkan air. Dengan begitu, air tidak tersebar dan ketersediaan oksigen pun tidak maksimal. Untuk mengatasinya, campurkan cocopeat dengan media tanam lain yang mumpuni dalam hal drainase air.

amazon.com

Sebelum menggunakan cocopeat, ada baiknya bila kamu merendamnya dengan fungisida karena cocopeat mudah sekali lapuk akibat jamur dan hama penyakit lain. Cocopeat bisa kamu beli dengan mudah dalam bentuk kemasan di berbagai toko tanaman offline maupun on-line.

Kerikil
shutterstock.com

Batu kerikil juga bisa jadi alternatif media tanam hidroponik. Ia jago dalam membantu peredaran unsur hara dan udara yang sehingga pertumbuhan akar tanaman hidroponik tidak terhambat. Hal ini dikarenakan kerikil punya pori-pori berukuran besar dengan jumlah yang banyak. Meskipun mudah basah, ia juga mudah kering sehingga kamu harus sering-sering menyiramnya.

shutterstock.com

Sebagai solusi, di pasaran sudah banyak dijual kerikil sintetis khusus sebagai media tanam hidroponik. Bentuknya menyerupai batu apung dan berbobot ringan. Kerikil ini memiliki segala kemampuan yang tidak dimiliki kerikil biasa, yaitu bersistem drainase baik dan menyerap air dengan sempurna sehingga kelembapan tanaman tetap terjaga.

Spons
walmart.com

Nggak disangka, spons juga bisa jadi media tanam, lho! Seperti yang kita tahu, media tanam ini punya kemampuan menyerap air yang sangat baik. Meski ringan, spons akan berubah bobotnya menjadi lebih berat ketika diberi air sehingga bisa menjadi media tanam yang cocok untuk tanamanmu.

shutterstock.com

Media tanam ini memiliki struktur yang kurang kuat sehingga spons sangat mudah hancur. Spons sangat tidak disarankan sebagai media tanam bagi tanaman yang membutuhkan waktu tumbuh hingga panen yang panjang karena spons tidak mampu bertahan lama.

Saat memilih media tanam hidroponik, kamu harus sesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dikembangbiakkan serta ukurannya saat sudah bertumbuh besar. Pula, perhatikan juga kemampuannya dalam menyerap air karena itu adalah hal yang utama. Tempat yang digunakan pun nggak perlu pot, bisa dari pipa paralon, botol plastik, dan gelas plastik.

Jika kamu menggunakan gelas atau botol plastik, tata dengan rapi di atas alas supaya tidak terkesan berantakan. Oh iya! Meskipun tenaga utama sistem hidroponik adalah air, kamu harus tetap rutin menyiramnya menggunakan penyiram air. Selamat memilih media tanam hidroponik!

Selain menghidupkan rumah dengan tanaman hidroponik, pilih juga aneka mannequin furnitur yang sesuai konsep hunianmu, ya! Tak perlu bingung mencarinya karena kamu bisa menemukannya secara online di Dekoruma yang jual meja, kursi, lemari, hingga tempat tidur.

Kalau kamu sedang mencari tempat penyimpanan dari material plastik, Dekoruma juga jual Olymplast, merek lemari kabinet plastik terkenal yang sudah dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Yuk, langsung saja cek selengkapnya Dekoruma!