Pernah terbayangkan tidak kalau suatu saat nanti kita akan menghadapi pandemi seperti sekarang? Rasanya saya tidak pernah membayangkan hal ini sedikitpun.

Selama pandemi ini, ada banyak kebiasaan baru yang ‘terpaksa’ kita lakukan, seperti mulai menjaga kebersihan, mengurangi aktivitas berpergian dan banyak berdiam diri di rumah, bahkan kita harus mulai terbiasa belajar dan bekerja dari rumah.

Selama berbulan-bulan menjalani masa karantina, saya sering kali merasa jenuh. Perjalanan terjauh saya selama berbulan-bulan ini paling hanya ke pasar saja, itupun tidak sering. Bagai burung liar yang ditangkap dan dikurung dalam sangkar, kebebasan saya terenggut. Tetapi saya juga gak mau membahayakan keluarga dengan sengaja rekreasi. Lebih baik tetap di rumah aja asal keluarga aman.

Agar tetap waras, banyak kegatan yang saya coba selama masa karantina ini, seperti memasak menu baru yang belum pernah saya coba, mengeluarkan mesin jahit yang sudah lama disimpan untuk membuat hasil karya baru, dan yang paling sering adalah bercocok tanam. Bukan menggunakan media tanah pada umumnya, tetapi menggunakan media air atau yang biasa kita sebut hidroponik.

Hidroponik (bahasa Inggris: hydroponic) adalah seni menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Selama masa karantina ini saya berhasil memanen sayuran pakcoy, jabung, selada merah, selada hijau dan juga kangkung.

Hidroponik selama masa karantina sepertinya menjadi pilihan banyak orang untuk menghabiskan waktunya, sering sekali saya lihat teman-teman yang membagikan kegiatan hidroponiknya. Kebanyakan melakukannya secara otodidak. Tetapi tidak sedikit juga saya menemukan banyak yang gagal dalam hidroponik. Padahal kunci dasar dari hidroponik itu mudah sekali.

Hal paling dasar yang wajib diketahui ketika mulai hidropinik adalah:

1. Sinar matahari, dalam dunia hidroponik sinar matahari adalah hal paling penting untuk pertumbuhan tumbuhan. Tumbuhan hidroponik harus mendapatkan sinar matahari minimal 6 jam dalam sehari.
2. Nutrisi ABmix juga harus diperhatikan, kebutuhan nutrisi yang tepat akan membantu tumbuh kembang sayuran. Pastikan nutrisi diberikan sesuai kebutuhan.
3. Terakhir adalah oksigen, dalam hidroponik oksigen diperlukan untuk pernafasan akar tanaman.

Ketiga hal ini adalah ilmu dasar yang wajib diketahui ketika akan memulai hidroponik. Apabila ketiga hal ini sudah terpenuhi, Insha Allah tanaman hidroponik akan tumbuh dengan sehat dan bisa dipanen. Senang rasanya bisa memakan hasil panen sendiri.

Hidroponik bisa dijadikan kegiatan membunuh waktu selama masa karantina. Keunggulan dalam hidroponik ialah tidak memerlukan lahan yang luas. Syarat untuk memulai hidroponik hanya perlu memiliki lahan yang terkena sinar matahari langsung. Oiya, tanaman hidroponik jangan terkena hujan karena ph air hujan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jadi kalau mau memulai hidroponik perhatikan hal-hal tersebut ya.

Bagi teman-teman yang ingin mencoba hidroponik bisa mulai dengan membeli paket pemula yang bisa didapatkan ditoko online. Kegiatan hidroponik dapat membantu kita tetap tenang dan berpikiran positif selama pandemi. Selamat mencoba!