MATA INDONESIA, JAKARTA – Ikan Cupang yang memiliki nama ilmiah Betta Splendeds merupakan jenis ikan air tawar yang dulunya dikenal dengan nama Siam Fighting Fish.

Nama ‘Betta’ berasal dari salah satu prajurit kuno yang disebut ‘Bettah’. Penduduk lokal di Thailand menyebutnya sebagai ‘Ikan Bettah’. Dalam bahasa Thailand, ‘Ikan Bettah’ memiliki arti ikan yang menggigit yang secara akurat menyimpulkan perilaku Ikan Cupang. Beberapa orang menyebut Ikan ini sebagai Ikan Pertarungan Siam. Ikan Cupang menjadi terkenal pada tahun 1800-an.

Di kutip dari Nippyfish.web, Ikan Cupang pertama kali ditemukan di Asia Tenggara. Berasal dari Siam (sekarang di kenal sebagai Thailand), Malaysia, Vietnam, Indonesia dan daerah tertentu di Cina, Ikan Cupang tumbuh subur di air hangat. Ikan Cupang sebagian besar ditemukan di Sungai Mekong (sungai besar yang terus mengalir melalui banyak negara di Asia Tenggara) dan sungai Chao Phraya (sungai terpanjang di Thailand). Ikan ini memiliki bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif.

Di Indonesia, Ikan Cupang mulai dikenal sejak tahun 1960-an. Awalnya Ikan cupang tidak di kenal sebagai ikan aduan atau ikan peliharaan, melainkan di ketahui sebagai ikan rawa atau sawah, bahkan pada saat itu hanya digemari oleh anak-anak dan belum di kenal luas seperti sekarang ini. Umumnya Ikan Cupang di bagi menjadi beberapa golongan, yakni Cupang Hias, Cupang Alam, Cupang Aduan dan Cupang Liar.

Saat ini sudah banyak sekali beragam jenis Cupang yang di temukan dan juga di kembang biakan di Indonesia, seperti jenis Ikan Cupang Alam diantaranya Betta Coccina (Jambi, Sumatera), Betta Hendra (Kalimantan Tengah), Snake Head Betta (Mahakam, Kalimantan Timur), Betta Picta (Pulau Jawa).

Selanjutnya pada 1998 ditemukannya Ikan Cupang Crowntail atau Ikan Cupang Serit yang merupakan hasil budidaya asli Indonesia oleh Ahmad Yusuf, seorang peternak dari Jakarta Timur. Dilansir dari laman akun Instagram @ziybettafish, Ahmad Yusuf sempat menjadi bahan tertawaan karena cupang temuannya dinilai memiliki sirip yang hancur. Namun pada tahun 2000, ikan ini menjadi booming karena generasinya yang semakin berkembang dan menawan, bahkan saat ini menjadi jenis Cupang yang banyak diikuti pada kontes Ikan Cupang.

Selain itu juga ada beberapa jenis Ikan Cupang hias lainnya yang mulai di bawa dan di perkenalkan di dalam negeri, salah satunya yaitu Cupang Plakat, ikan aduan yang mulai di kenal oleh para pecinta ikan hias di Indonesia pada tahun 2000-an.

Ikan ini diperkenalkan oleh Henry Gunawan, Hermanus & Joty Atmadjaja yang merupakan seorang pembisnis sekaligus pengekspor ikan hias. Dalam perkembangannya Cupang Plakat disilangkan dengan Cupang Halfmoon, menghasilkan ekor yang berbentuk setengah lingkaran.

Seiring berkembangnya zaman, Ikan Cupang yang awalnya dijadikan sebagai ikan petarung kini kebanyakan orang cenderung menjadikannya sebagai hewan peliharaan. Ikan Cupang kini juga semakin variatif, Baik dari segi warna maupun bentuk yang membuat peminatnya terus meningkat bahkan sampai mendunia. Dengan begitu di harapkan dapat turut membantu tetap terjaganya keberadaan juga kelestarian Ikan Cupang.

Reporter: Dhelana Unggul Parastri