Rabun jauh adalah masalah penglihatan yang umum dialami oleh sebagian orang. Di Indonesia sendiri, penelitian yang dipublikasikan dalam ARVO Journals melibatkan 337 responden berusia 6-15 tahun menghasilkan temuan bahwa 32,three persen responden mengalami rabun jauh. Diperkirakan, hingga tahun 2050, 50 persen dari populasi manusia di bumi akan mengalami rabun jauh!

Mari kita mengupas tuntas mitos dan fakta seputar rabun jauh. Mana yang benar dan mana yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah? Temukan jawabannya di sini!

1. Makan wortel bisa mengurangi minus mata?
colleenshealthbeat.co.za Wortel merupakan sumber vitamin A dan kaya akan beta karoten alami yang baik bagi tubuh. Mitosnya, sering makan wortel bisa mengurangi minus mata kita secara signifikan. Padahal, apa benar faktanya seperti itu?

Faktanya, meskipun kita makan wortel sebanyak-banyaknya, tidak akan meningkatkan penglihatan secara signifikan, tegas laman Insight Vision Center. Makan wortel setiap hari tidak akan mempertajam penglihatan dan tidak bisa memperbaiki cacat optik seperti astigmatisme, glaukoma, strabismus hingga rabun jauh. Tetaplah pakai kacamata untuk mencegah agar minus semakin bertambah, bukan malah mengandalkan dari makan wortel sebanyak-banyaknya, karena itu tidak akan memberi pengaruh.

2. Rabun jauh terjadi karena cara kita menggunakan mata
shutterstock.comKonon, rabun jauh terjadi karena cara kita yang salah dalam menggunakan mata. Misalnya, sering membaca buku atau menonton TV terlalu dekat dan memainkan gadget di ruangan yang minim cahaya. Benarkah demikian?

Faktanya, rabun jauh lebih disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Studi yang dilakukan di China dan melibatkan 2.888 anak menunjukkan bahwa anak-anak dengan orang tua rabun jauh memiliki peluang besar untuk mengalami hal yang sama. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan di Australia dan melibatkan 2.353 anak-anak. Jika kedua orang tua memiliki rabun jauh, maka 43,6 persen anak akan mengalaminya juga, seperti yang dipublikasikan dalam Molecular Vision: Biology and Genetics in Vision Research.

3. Memakai kacamata baca atau kacamata lubang jarum bisa mencegah rabun jauh
verywellhealth.comMitos lain yang masih banyak dipercaya adalah memakai kacamata baca atau kacamata lubang jarum bisa mencegah rabun jauh. Kacamata lubang jarum diklaim dapat membuat penglihatan lebih jelas, mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata dan menyebabkan pupil mengerut. Apa benar demikian?

Faktanya, kacamata ini tidak memberikan efek yang signifikan untuk mencegah rabun jauh. Justru, kacamata ini akan mempersempit bidang visual dan menyebabkan kita lebih sering menabrak sesuatu atau terjatuh. Jadi, ini hanya mitos belaka, ya!

4. Memakai kacamata justru akan membuat minus mata bertambah
eyeque.comTak hanya itu, kita pernah mendengar desas-desus bahwa memakai kacamata membuat minus semakin bertambah. Tentu saja ini hanya sekadar menjadi mitos, karena fakta justru menunjukkan sebaliknya. Justru, memakai kacamata bisa meningkatkan penglihatan dan mencegah minus semakin bertambah, ungkap laman Nova Vision Center.

Kacamata diciptakan untuk mengoreksi rabun jauh dan meningkatkan penglihatan. Sebelum minus semakin bertambah, ada baiknya kita memeriksakan diri ke dokter mata dan menemukan kacamata yang tepat untuk dipakai. Jangan ditunda-tunda, ya!

Baca Juga: 6 Hal Penting tentang Kacamata Minus yang Ternyata Cuma Mitos

5. Rabun jauh lebih banyak dialami anak-anak
allaboutvision.comMitos lainnya adalah rabun jauh hanya memengaruhi anak-anak. Faktanya, memang benar kebanyakan kasus rabun jauh terjadi di usia anak-anak, namun bukan berarti kita yang berusia dewasa dapat lolos dari rabun jauh, ungkap laman Institute for Control of Eye Myopia in Children.

Tak hanya itu, orang dewasa dengan penyakit tertentu seperti diabetes, juga bisa terkena rabun jauh. Semakin bertambah usia kita, semakin lemah mata kita. Tak heran, bila kita memeriksakan diri ke dokter mata, minus pada mata akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu.

6. Bedah mata laser adalah solusi permanen untuk rabun jauh
yousense.infoKonon, rabun jauh tidak bisa disembuhkan. Sekali kita mengalaminya, maka rabun jauh akan menetap secara permanen. Mitos lain menyebut bahwa satu-satunya cara yang bisa menyembuhkan rabun jauh adalah dengan melakukan bedah laser mata. Apa benar itu adalah cara yang paling efektif?

Faktanya, rabun jauh terjadi ketika bola mata terlalu panjang atau kornea yang terlalu melengkung. Sementara, operasi laser mata tidak dapat memodifikasi panjang bola mata, ungkap laman Institute for Control of Eye Myopia In Children. Di sisi lain, prosedur laser assisted in situ keratomileusis (LASIK) digadang-gadang lebih baik dalam menyembuhkan rabun jauh.

7. Rabun jauh pada anak-anak akan menghilang seiring bertambahnya usia
shape.com.sgTerakhir, mitos yang masih dipercaya adalah rabun jauh yang terjadi pada anak-anak akan menghilang seiring bertambahnya usia. Faktanya, ini merupakan mitos belaka. Tidak ada bukti bahwa rabun jauh tidak akan terjadi di usia dewasa, ungkap laman Institute of Control of Eye Myopia In Children.

Justru, yang terjadi adalah rabun jauh itu tetap menetap dan bahkan minus pada mata akan bertambah seiring berjalannya waktu. Jadi, sebelum terlambat, periksakan diri ke dokter mata dan gunakan kacamata, ya!

Nah, itulah 7 mitos dan fakta seputar rabun jauh. Kini, sudah tahu kan, mana yang hanya sekadar mitos dan mana yang memang kenyataan?

Baca Juga: Mata Minus Jangan Disepelein! Begini Nih Tips untuk Mencegahnya