NasDem Hadirkan Anies di Kongres, Bukan Jokowi

  • Whatsapp
Surya Paloh bersama Anies Baswedan berjalan masuk menuju Ruangan Pembukaan Kongres II NasDem.

TERASKATA.id, Jakarta – Kongres II dan Hari Lahir (Harlah) ke-8 Partai Nasional Demokrat (NasDem) tengah berlangsung saat ini hingga 11 November 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pada saat pembukaan, tampak hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bukan hanya sekedar hadir, Anies juga didaulat membawakan sambutan pada forum yang dihadiri ratusan kader Partai NasDem dari berbagai daerah di Indonesia.

Muat Lebih

Disisi lain, presiden Joko Widodo, jangankan membawakan sambutan dan membuka acara Kongres II Partai NasDem, hadir di arena Kongres pun tidak terlihat sama sekali.

Menanggapi hal itu, Sekjen Nasdem, Johny G Plate mengungkapkan jika pihaknya memang tidak mengundang Presiden Jokowi di pembukaan Kongres II dan Harlah Partai NasDem. NasDem hanya mengundang Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Hanya saja, bukan berarti Presiden Jokowi tidak akan hadir di Kongres Partai NasDem. Sebab panitia pelaksa telah mengatur jadwal untuk kehadiran Presiden Jokowi pada puncak acara Kongres, pada Senin (11/11/19) mendatang. Bahkan selain Presiden, panitia juga mengundang Wakil Presiden Maruf Amin, serta para menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) dan petinggi partai politik.

”Tentu kami sangat berharap Bapak Presiden mempunyai waktu dan hadir bersama keluarga besar Partai Nasdem dan memberikan kata sambutan, arah politik, dan seterusnya,” kata Plate.

Sementara itu Anies Baswedan dalam sambutannya di Kongres II Partai NasDem menyatakan, selama memimpin pemerintahan di ibu kota RI tersebut ia menyadari tak mungkin membangun persatuan ketika masih ada ketimpangan.

”Saya menyadari persis di Jakarta, hampir tidak mungkin membangun persatuan dalam ketimpangan. Membangun persatuan harus dalam kesetaraan, membangun persatuan harus dalam rasa keadilan,” ujar Anies.

Mantan Mendikbud ini menegaskan, persoalan ketimpangan itu menjadi masalah pula dalam membangun persatuan di seluruh wilayah di seluruh Indonesia.

”Ada ketimpangan. Ada ketimpangan yang luar biasa. Sementara pada saat republik didirikan di kota ini, janji republik itu adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan tujuannya tercapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” tutur Anies. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *