Sabu Samarinda Nyaris Beredar di Morowali | TERASKATA.ID

Diposting pada

TERASKATA,id, Palopo – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Palopo berhasil menggagalkan distribusi Narkotika jenis Sabu.

Satu bal sabu seberat 44,8 gram berhasil diamankan petugas BNN. Selain itu, petugas juga menemukan 2 paket kecil sabu seberat netto 0,3 gram dan 150 lembar sachet bening serta handphone.

Sabu itu rencananya akan didistribusi oleh RS, alias MM (31) warga Samarinda yang diduga jaringan pengedar sabu lintas provinsi. Barang haram itu, dibawa langsung oleh RS dari Samarinda, Kalimantan Timur. Masuk ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan melalui Pelabuhan Pare-pare. Rencananya Sabu itu akan diedarkan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

BACA JUGA : Niatnya Mencuri, Residivis Ini Akhirnya Membunuh

Belum sampai ke Morowali, Ibu dua anak ini langsung diciduk oleh Petugas BNNK Palopo di rumah kerabatnya di Jalan Ratulangi, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara Kota Palopo, Selasa (11/06/19). Sebelum tertangkap di Palopo, RS berhasil mengelabui petugas yang ada di Pelabuhan Samarinda dan Pare-pare dengan cara, sabu itu dimasukkan kedalam boneka.

Satu bal sabu itu diperoleh RS yang diketahui berprofesi sebagai pegawai bank yang nyambi sebagai penjual kosmetik online, dari seseorang di Samarinda Kalimantan Timur yang katanya tidak pernah ditemuinya.

BACA JUGA: Gangguan Kambtibmas Menurun 23 Persen

Kepala Seksi Pemberantasan, Antonius M melalui saat menggelar jumpa pers di Kantor BNNK Palopo, Selasa (18/6) menjelaskan, RS ditangkap setelah petugas BNNK Palopo melakukan pengembangan atas penangkapan lelaki AJ alias U dan SA yang diduga sebagai kaki tangan RS.

AJ alias U yang merupakan residivis kasus narkotika ditangkap di Lorong Dermawan, Jalan KH. Ahmad Kasim, Kelurahan Salubulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Dari tangan AJ, petugas menyita 1 paket kecil sabu-sabu seberat 0,15 gram. AJ ditangkap, berdasarkan informasi yang diterima BNNK Palooo dari masyarakat.

”AJ ditangkap setelah kita mendengar informasi dari Masyarakat. Kami kemudian melakukan penyelidikan pada Selasa, (11/06/19). Tersangka AJ mengaku jika sabu-sabu tersebut dibelinya dari tersangka SA seharga Rp300 ribu di Terminal Dangerakko, Kota Palopo,” katanya.

Usai mengamankan AJ, petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, seorang lelaki berinisal SA diamankan. SA adalah orang yang menjual dari Sabu kepada AJ. SA sendiri mengaku mendapatkan sabu dari perempuan RS di Kelurahan Temmalebba.

BACA JUGA: Program 2018 Seharusnya Tidak Bebani APBD 2019

Pengembangan kemudian dilanjutkan BNNK Palopo setelah mengamankan AJ dan SA. Tim BNNK Palopo kemudian melanjutkan pengembangan, hingga akhirnya menangkap perempuan RS di Kelurahan Temmalebba.

“RS diancam dengan hukuman mati sesuai pasal 114 ayat (2) tentang narkotika atau pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat (1) UU No.35/2009,” jelas Antonius.

Sementara lelaki AJ dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1. Dan SA dijerat pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1.(*)