7 Tahap Pengujian Vaksin Corona Sebelum Persetujuan Penggunaan

Semenjak awal kemunculannya akhir tahun 2019 lalu, virus Corona atau Covid-19 mengalami kenaikan jumlah pasien yang sangat masif. Alasannya, virus ini memiliki resiko penularan yang sangat cepat. Penularan bisa terjadi, bahkan dengan menyentuh barang yang sebelumnya disentuh oleh penderita Covid-19.

Selain penyebarannya yang begitu masif, kita bisa mengamati berapa banyak sudah korban jiwa yang disebabkan oleh virus satu ini. dengan fakta mengerikan ini, banyak peneliti dan perusahaan biofarma di dunia yang berlomba-lomba untuk menemukan vaksin yang ampuh melawan Covid-19.

Menurut beberapa sumber terpercaya, hingga saat ini sudah banyak vaksin Corona yang digadang-gadang mampu melawan Covid-19. Dua diantaranya, ialah vaksin Sinovac dari China dan vaksin Moderna dari Amerika Serikat. Akan tetapi, sebelum benar-benar digunakan, vaksin tersebut harus lolos pengujian terlebih dahulu.

Tujuannya, tentu saja untuk menguji keamanan dan keampuhannya melawan virus Corona.  Jangan sampai, vaksin yang diberikan menjadi sia-sia atau bahkan berdampak buruk terhadap kesehatan. Untuk itu, vaksin Corona harus lolos 7 tahap pengujian. Apa saja itu? Berikut kami paparkan 7 tahap yang dimaksud.

1.Uji Pra Klinis

Sebelum diujikan ke tubuh manusia, vaksin yang baru dirilis harus melewati uji pra klinis. Pada tahap ini, vaksin diuji pada sel, lalu digunakan pada tubuh hewan hidup, seperti tikus atau monyet. Dari pemberian tersebut ilmuwan akan mengamati apakah menghasilkan respon imun yang positif.

2.Uji Keselamatan

Setelah tahap satu dilewati tanpa catatan negatif, vaksin kemudian diuji coba kepada tubuh manusia, tetapi dengan skala yang kecil dan terbatas. Sebagaimana pengujian di tahap sebelumnya, pada tahap ini, vaksin akan dilihat efeknya, apakah bisa membangkitkan respon imun yang positif di tubuh manusia. Selain pada kekebalan tubuh, hal yang diamati ialah keamanan dan dosisnya.

3.Perluasan

Sesudah melewati tahap kedua, pengujian dilanjutkan dengan perluasan sampel uji coba. Jika sebelumnya, hanya beberapa orang pilihan, pengujian tahap tiga memungkinkan menggunakan sampel hingga ratusan orang, dengan berbagai usia dan kelompok.

Terkadang, vaksin yang baru ditemukan belum tentu cocok antara tubuh satu dengan tubuh lain. Nah, itulah substansi pengujian tahap tiga ini. Hal mana, pengujian kali ini ingin mengetahui efektifitas vaksin terhadap sampel tubuh yang berbeda-beda.

4.Fase Gabungan

Berbeda dengan vaksin selain virus Corona, yang umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum digunakan. Mengingat begitu banyaknya korban yang berjatuhan, maka penemuan vaksin dituntut lebih cepat. Maka, salah satu cara efisiensinya yaitu menerapkan fase gabungan. Hal mana pada tahap ini, beberapa tahapan dimungkinkan dilakukan dalam waktu yang serentak.

5.Uji Efisiensi

Pada tahap ini, para peneliti akan memberikan vaksin dengan jumlah yang lebih banyak lagi. Tetapi secara umum, dari banyaknya orang, nantinya akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: Kelompok vaksin dan kelompok plasebo.

Kelompok vaksin, itu artinya orang benar-benar disuntik vaksin. Sedangkan kelompok plasebo, orang seolah disuntik vaksin padahal tidak. Nantinya, respon akan dilihat, apakah kekebalan tubuh atau kesembuhan terjadi akibat dari vaksin, atau sembuh dengan sendirinya akibat sugesti (kelompok plasebo).

6.Persetujuan Terbatas

Karena Corona merupakan pandemi global, maka vaksin memerlukan persetujuan oleh banyak penguji di banyak negara. China dan Rusia, menjadi negara yang sudah mendapatkan persetujuan terbatas oleh para ilmuwan.

7.Persetujuan Total

Pada tahap akhir, sebelum vaksin benar-benar digunakan secara luas, setiap negara akan meninjau hasil uji coba. Dari hasil uji coba tersebut akan diputuskan apakah vaksin layak disetujui atau tidak disetujui.

Nah, sembari menunggu hasil pengujian, sebagai upaya tambahan, kita bisa memperkaya wawasan kita terkait kesehatan, utamanya Covid-19. Salah satu platform kesehatan terbaik yang bisa kita rujuk ialah Halodoc.com. Di sana kita bisa mendapatkan banyak sekali artikel kesehatan dari ahli terpercaya.