Crowdfunding atau urun dana adalah suatu kegiatan atau metode dalam menghasilkan modal dengan cara pengumpulan atau penggalangan dana untuk suatu proyek atau usaha melalui sebuah website khusus. Crowfunding terdiri dari tiga komponen penggerak, yaitu; pemilik proyek, lembaga atau operator crowdfunding (website online atau media sosial), dan donatur. Crowdfunding dalam pembiayaan suatu proyek biasanya memiliki batas waktu yang telah ditentukan, biasanya dalam hitungan minggu atau bulan, dan berusaha untuk memenuhi target pendanaan sebelum batas akhir waktu.

Crowdfunding (Pengertian, Manfaat, Jenis dan Prinsip Kerja)

Crowdfunding juga dikenal dengan istilah crowd financing, equity crowfunding, atau crowdsource fundraising. Semua istilah tersebut mengarah kepada aktivitas urun dana, yaitu meminta bantuan dari kerumunan orang (crowd) untuk melakukan pendanaan atau donasi sejumlah uang untuk kebutuhan tertentu (proyek profit atau non profit), bisa dengan imbalan (rewards) atau tanpa imbalan tertentu yang umumnya dilakukan secara online.

Istilah crowdfunding terdiri dari dua kata yakni crowd dan funding. Crowd memiliki arti keramaian atau kerumunan sedangkan funding berarti pembiayaan atau pendanaan, sehingga crowdfunding dapat diartikan sebagai pendanaan oleh sekelompok orang atau juga merupakan bentuk inisiatif dari individu/tim/organisasi/entitas untuk melakukan pengumpulan dana yang demi mewujudkan suatu proyek. Crowdfunding memiliki ciri khas yaitu melakukan pengumpulan dana dari jumlah yang sangat kecil hingga jumlah sedang demi sebuah kepentingan yang biasanya mampu menarik perhatian banyak orang.

Inspirasi munculnya crowdfunding berasal dari konsep crowdsourcing yang telah muncul lebih dahulu. Namun demikian terdapat satu perbedaan mendasar antara crowdsourcing dengan crowdfunding meskipun keduanya sama-sama memanfaatkan media sosial dan internet sebagai perantara ke masyarakat luas. Perbedaan crowdsourcing dengan crowdfunding terkait peran donatur terhadap suatu proyek. Crowdsourcing mengharapkan para donatur terlibat lebih dalam proyek yang dibantunya, dengan cara memberikan umpan balik berbentuk ide dan saran untuk keberlangsungan proyek. Sedangkan Crowdfunding hanya memanfaatkan para donatur untuk mengumpulkan dana demi terlaksananya suatu proyek.

Manfaat Crowdfunding

Equity crowdfunding merupakan solusi untuk memecahkan masalah utama yang dimiliki usaha kecil, wirausaha start-up, inventor, dan pekerja kreatif untuk membiayai operasinya. Menurut Alan (2013), beberapa manfaat adanya crowdfunding antara lain adalah sebagai berikut:

Menempatkan investor atau donatur yang potensial dan yang aktual dalam mekanisme yang cost-effective. Banyak orang mengalami kesulitan mencari dana untuk bisnis dan/atau proyek yang dijalaninya, terutama para wirausahawan muda yang belum memiliki banyak relasi dengan entitas bisnis atau kepada para angel investor. Dengan adanya crowdfunding, maka baik kreator atau wirausahawan maupun investor atau donatur secara mudah dapat dipertemukan melalui portal crowdfunding. mengakibatkan penempatan investor atau donatur lebih efisien dari segi waktu dan biaya.

Crowdfunding menjadi outlet for capital baru bagi konsumen, investor, atau donatur online. Secara spesifik, masyarakat modern banyak menghabiskan waktunya di Internet. Dengan demikian, crowdfunding dapat menjadi outlet for capital baru, dimana para donatur, funder, atau investornya adalah masyarakat yang menghabiskan banyak waktunya pada jaringan internet. Dengan demikian, portal crowdfunding sekaligus menjadi toko dan agen pemasaran yang baik.

Crowdfunding memungkinkan wirausahawan atau kreator proyek mengidentifikasi investor atau donatur. Crowdfunding dapat menjadi sarana proposal terbuka dan tidak jarang suatu proyek mendapatkan perhatian dari investor yang tertarik dengan proyek yang diajukan. Dengan demikian, kreator atau wirausahawan tidak harus selalu menjual ide mereka kepada pelaku venture capital.

Crowdfunding Indonesia memiliki potensi untuk menstimulasi ekonomi. Crowdfunding menyediakan mekanisme pendanaan yang efisien kepada bisnis kecil (small businesses). Pasca krisis ekonomi, bisnis kecil ditengarai memiliki kapasitas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi (engine of economic growth). Di Amerika Serikat, misalnya, portal crowdfunding IndieGoGo.com diundang sebagai partisipan program Startup America, yakni suatu inisiatif yang dilakukan White House untuk menghadirkan bisnis kecil sebagai penggerak dari pemulihan ekonomi (driver of economic recovery) Amerika Serikat pasca krisis tahun 2008.